![]() |
| Kegiatan Pembinaan Bidang Akademik dan Non Akademik |
06/01/2025 Pembinaan Peserta Didik: Membangun Karakter dan Mencetak Generasi yang berkualitas (HD)
Pembinaan peserta didik adalah
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademis,
emosional, sosial, dan karakter siswa di sekolah. Pembinaan ini mencakup
berbagai program yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan
potensi mereka secara optimal, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis.
Artikel ini akan membahas pentingnya pembinaan siswa, berbagai bentuk program
pembinaan, serta manfaat jangka panjangnya bagi siswa. Pembinaan peserta didik
merupakan salah satu cara untuk melaksanakan fungsi manajemen peserta didik.
secara umum pembinaan peserta didik merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengembangkan
potensi peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan nasional (PP No. 39 Tahun 2008). Melalui pembinaan peserta
didik yang maksimal, diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta
didik.
Tak dipungkiri, peserta didik
yang masuk di lembaga pendidikan, tentu membutuhkan bimbingan untuk mengolah
dan mengelola potensinya.
Menurut Wahjosumidjo (2007: 241)
pembinaan peserta didik yaitu kegiatan yang dilakukan untuk membimbing dan
mengarahkan sikap dan perilaku serta bakat dan minat peserta didik.
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan pembinaan peserta didik adalah memberikan layanan kepada peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas.
Kegiatan Pembinaan Peserta
Didik- Peserta didik adalah anggota masyarakat yang sedang berusaha
mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran pada jenjang
pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Untuk mengembangkan potensinya
tersebut, peserta didik tentu membutuhkan pembinaan. Di dalam artikel ini akan
dibahas apa itu pembinaan peserta didik, mengapa apa tujuan pembinaan, dan
kegiatan apa saja yang dilakukan dalam membina peserta didik.
Mengapa Pembinaan Siswa Sangat
Penting?
1. Mengembangkan Karakter
Positif
Pembinaan siswa membantu dalam
membentuk karakter positif yang akan menjadi dasar bagi kesuksesan mereka di
masa depan. Melalui pembinaan yang terstruktur, siswa belajar nilai-nilai
penting seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan rasa
hormat terhadap orang lain. Karakter ini akan menjadi fondasi kuat yang
membantu siswa dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
2. Meningkatkan Kecerdasan
Emosional
Kecerdasan emosional adalah
kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi, baik diri sendiri maupun orang
lain. Pembinaan siswa yang efektif mencakup pengajaran tentang bagaimana
mengelola stres, menghadapi konflik, serta berempati terhadap orang lain. Keterampilan
ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah
maupun di luar sekolah.
3. Mendorong Prestasi Akademis
Pembinaan siswa juga berperan
penting dalam meningkatkan prestasi akademis. Dengan dukungan yang tepat, siswa
dapat mengembangkan strategi belajar yang efektif, mengatasi kesulitan dalam
pelajaran, dan meningkatkan motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Selain itu, pembinaan juga membantu siswa untuk menetapkan tujuan akademis yang
realistis dan bekerja keras untuk mencapainya.
4. Mengasah Keterampilan
Sosial
Sosialisasi adalah bagian penting
dari perkembangan siswa. Pembinaan siswa melalui berbagai kegiatan, seperti
kerja kelompok, diskusi, dan kegiatan ekstrakurikuler, membantu siswa dalam
mengasah keterampilan sosial mereka. Mereka belajar berkomunikasi dengan baik,
bekerja sama dalam tim, serta menghargai perbedaan pendapat. Keterampilan
sosial yang baik akan membantu mereka dalam berinteraksi dengan lingkungan yang
lebih luas.
5. Menyiapkan Siswa untuk
Kehidupan Masa Depan
Pembinaan siswa tidak hanya mempersiapkan mereka untuk sukses di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan setelah sekolah. Program pembinaan yang meliputi pelatihan keterampilan hidup, seperti manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan perencanaan karir, sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa. Pembinaan ini membantu siswa untuk menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Tujuan Pembinaan Peserta Didik
Tujuan pembinaan
peserta didik termuat dalam Permendiknas No. 39 Tahun
2008 Pasal 1 yang meliputi:
- Mengembangkan potensi Peserta didik secara optimal,
meliputi bakat,minat dan kreativitas.
- Memantapkan kepribadian peserta didik untuk
mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan
sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan
dengan tujuan pendidikan.
- Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian
prestasi unggulan sesuai bakat dan minat.
- Menyiapkan siswa agar
menjadi warga masyarakat yang berakhlak
mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka
mewujudkan masyarakat madani.
Menurut Ary Gunawan (2011:12)
tujuan pembinaan peserta didik diantaranya adalah:
- Memantapkan kegiatan kokurikuler dan
ekstrakurikuler dalam menunjang pencapaian kurikulum.
- Meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni
- Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara
- Meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani serta
rekreasi
Pendekatan Pembinaan Peserta
Didik
Dalam rangka melakukan pembinaan
kepada peserta didik ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, diantaranya
adalah:
1. Melalui pendekatan
informatif
Pendekatan ini adalah
menyampaikan informasi kepada peserta didik karena mereka dianggap belum tahu
dan belum punya pengalaman.
2. Pendekatan partisipatif
Dalam pendekatan ini peserta
didik diarahkan untuk dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
3. Pendekatan experiential
Pendekatan ini melibatkan peserta
didik secara langsung sehingga peserta didik dapat belajar dari pengalaman.
Mengenai pembinaan peserta didik
Allah berfirman dalam surah at-taubah ayat 122 yang artinya:
“Tidak sepatutnya bagi
orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang, Mengapa tidak pergi dari
tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka
telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Ayat di atas ditafsirkan oleh
Ar-Rahili bahwa Allah memerintahkan kepada suatu kaum untuk menuntut ilmu,
sedang yang lainnya pergi untuk berjihad. Dapat dipahami bahwa menuntut ilmu
juga merupakan jihad di jalan Allah.
Bentuk Program
Pembinaan Siswa
Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari pembinaan siswa. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka di luar akademis, seperti dalam bidang matematika, seni, olahraga, keterampilan dan keagaam. Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan non-akademis yang sangat berharga dalam kehidupan mereka.
Berikut adalah beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung prestasi akademik:
1. Bidang Matematika: Olimpiade matematika dan klub matematika yang melatih keterampilan problem solving dan berpikir logis.
2. Bidang Olahraga:
Olahraga adalah kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan fisik
dan keterampilan olahraga. Kegiatan ini dapat membantu siswa mengembangkan
keterampilan teamwork, disiplin, dan kontrol diri.
3. Bidang Kesenian:
Kesenian adalah kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan
kreativitas dan keterampilan artistik. Kegiatan ini dapat membantu siswa
mengembangkan keterampilan ekspresi diri dan kepercayaan diri.
4. Bidang Keterampilan:
Kegiatan keterampilan adalah kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada
pengembangan keterampilan praktis. Kegiatan ini dapat membantu siswa
mengembangkan keterampilan problem-solving, kritik, dan refleksi.
5. Bidang Keagamaan: Kegiatan
ini fokus pada Hafalan/Tahfidzil Qur'an dan Tartil Qur'an
Kontributor : Hoday_ID

%20(1).png)